susuk tanpa pantangan

Susuk Tanpa Pantangan – Salam harmonis dari Saya, Nyai Sekar Kenongo …

“ Nyai, ada g nyai susuk gak ada pantangan tapi harus puasa?

Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus sekali.

Sekali lagi, pertanyaan ini datang dari salah satu viewer saya yang ikut live pada hari rabu tanggal 6 mei kemarin.

Untungnya dari mengikuti live saya adalah pertanyaan Anda akan saya jawab seketika itu, namun jika memang saya butuh pengetahuan tambahan akan saya sampaikan pada sebuah artikel atau video seperti saat ini.

Mari ke topik utama, yaitu menjawab pertanyaan klien mengenai ada tidaknya susuk yang tanpa pantangan namun harus ada puasa.

Sebenarnya pertanyaan ini memiliki jawaban yang cukup sensitive, karena setiap pakar susuk tentu memiliki tata cara yang berbeda – beda dan juga keilmuan yang berbeda – beda pula.

Namun di sini saya melihatnya dari sudut pandang keilmuan saya. Jadi saya ingin mengajak Anda untuk membuka pikiran terlebih dahulu sebelum saya menyampaikan jawaban dari pertanyaan di atas.

Ada dua pendapat di sini.

Ada yang mengatakan bahwa jika susuk tidak memiliki pantangan maka si pemakai susuk harus melakukan puasa tertentu. Namun, dari yang saya pelajari,pendapat yang satu ini cenderung lemah,

Mengapa?

Karena dari sepegetahuan saya, susuk itu pastilah memiliki pantangan, dari pantangan berat hingga yang ringan.

Sedangkan untuk puasa sendiri, itu adalah sebuah jembatan atau laku yang berpotensi untuk olah jiwo, atau pengolah rasa spiritual seseorang.

Baca juga : Payudara Indah Bisa dengan Benda Ini, Tanpa Alat Bedah! 

Sementara kedudukan pantangan susuk itu sendiri adalah sebuah janji yang di lakukan antara guru dan murid, yang bertujuan untuk melihat seberapa bakti seorang murid itu kepada gurunya.

Kemudian pendapat lainnya adalah tidak ada yang demikian, karena baik pantangan maupun puasa itu memiliki nilai sendiri dalam proses pemasangan susuk.

Seperti yang saya sampaikan di atas tadi bahwa puasa itu memiliki nilai atau tujuan untuk olah bathin spiritual

Sementara pantangan sendiri memiliki nilai ukur dari kebaktian seorang murid ( pemakai susuk) pada gurunya ( sebagai pemasang susuk)

Kalau nyai sekar kenongo lebih cenderung memilih yang mana?

Kalau di tanya demikian, maka secara pribadi saya lebih condong pada pendapat yang kedua ini di mana pnatangan susuk dan puasa itu memiliki  nilai masing – masing, jadi tidak bisa menggantikan satu sama lain. Namun, mampu menjadi pendukung satu sama lain guna meningkatkan energi susuk yang di pakai oleh seseorang.

Alasan mengapa saya condong ke pendapat kedua adalah karena saya melihatnya melalui dua sudut pandang, sudut pandang spiritual dan juga sudut dunia.channel telegram nyai sekar kenongo

Jika saya lihat dari sudut pandang spiritual, ketika seseorang memiliki pantangan untuk melakukan sesuatu dengan konsekuensi tertentu, kondisi ini mampu menahan nafsu seseornag untuk melakukan hal yang di larang. Dan hal ini sangat bagus untuk meningkatkan energi positif dalam diri seseornag,

Kemudian ketika seseorang di latih untuk mealkukan puasa itu memiliki tujuan untuk meningkatkan energi dari susuk tersebut, secara tidak langsung sang guru juga melatih jiwanya untuk selalu rendah hati dan belajar menahan lapar guna meningkatkan energi spiritual dalam dirinya.

Nah, coba bayangkan jika susuk itu tanpa pantangankan bisa membuat seorang murid itu berlaku se enaknya tanpa ada Batasan khusus yang mampu membatasi sikap dan sifatnya sebagai bentuk kebaktian ddari seorang murid pada seorang guru bukan? Tidak ada keterikatan khusus.

lalu menurut Anda jika tidak ada keterikatan berupa kebaktian sang murid dari pantangan yang di amanatkan padanya bagaimana konsep keilmuan dari susuk itu akan berjalan?

Kemudian bayangkan lagi jika hanya di lakukan puasa, puasa itu cenderung membuat spiritual seseorang terlatih spiritual pribadinya.

Namun bagaimana jadinya jika spiritual priabdi itu tidak memiliki keterikatan dari pemilik ilmu susuknya?

Nah, di sini Anda bisa menilai sendiri, menurut Anda bagaimana?

Jadi, untuk pertanyaan yang di sampaikan oleh subscriber  channel saya, saya dengan tegas menjawab bahwa untuk susuk saya sendiri dari sepengetahuan saya, tidak ada yang demikian.

Kalaupun ada saya tidak tahu mengenai hal ini, atau mungkin dia memiliki konsep ilmu yang berbeda dari ilmu susuk Jawa pada umumnya.

Dan saya ingin mengucapkan terima kasih pada Anda bapak yang tidak bisa saya sebutkan namanya karena telah memberikan pertanyaan yang sangat bagus.

Di sana ada banyak sekali pertanyaan dan juga jawaban – jawaban saya terkait susuk. Jika memang Anda penasaran dan ingin melihat secara lengkap mengenai pembahasan itu, silahkan Anda bisa mencarinya di list video live saya.

Dan bagi Anda yang ingin mengikuti live saya, saya biasa live di hari rabu setiap bulann 2 kali dalam satu bulan.

Artinya, jika minggu ini saya sudah live maka saya akan live Kembali di dua minggu kedepan. Karena banyaknya kegiatan yang harus saya lakukan.. seperti melayani klien, melakukan ritual pemasangan susuk dan juga ritual yang lainnya.

Jadi bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung pada saya, bergabunglah dengan live saya, di sana saya akan menjawab semua pertanyaan Anda secara lansgung.

Dan bagi Anda yang memang ingin memanfaatkan sarana spiritual guna menyeleesaikan solusi rumah tangga, asmara dan juga karir, silahkan Anda bisa langsung menghubungi saya untuk berkonsultasi di 08121800907

Wa Otomastis Nyai Sekar Kenongo

Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat dan salam harmonis dari Saya nyai sekar kenongo